Sistem Politik, Struktur Kekuasaan Tradisional Pra-Islam Di Timur Tengah
Berdasarkan karakteristik daratannya, penduduk semenanjung Arab terbagi ke dalam dua kelompok utama; orang-orang desa (badui) yang nomad dan masyarakat perkotaan. Orang-orang badui bukan masyarakat gipsi yang mengembara tanpa arah demi pengembaraan semata. Mereka mewakili bentuk adaptasi terhadap kondisi gurun. Dimana ada dataran hijau, mereka menggiring ternaknya ke sana.
Unsur terpenting dalam kehidupan masyarakat badui:
1. unta
2. pohon kurma
3. gurun
Karakteristik masyarakat badui
1. keteguhan dan kesabaran -> mampu bertahan di gurun
2. kepasifan -> menanggung beban, daripada mengubah
3. individualistis -> enggan mendahulukan kepentingan umum
4. egaliter -> berkedudukan setara
5. aristrokrat -> merasa sebagai perwujudan dari pola penciptaan unggulan, Bangsa Arab adalah bangsa yang terbaik
fondasi masyarakat badui
1. setiap tenda mewakili sebuah keluarga
2. wilayah yang ditempati tenda-tenda membentuk sebuah hayy
3. semua anggota hayy membentuk sebuah klan /qaum yang dipimpin oleh kepala klan yang biasanya dipimpin oleh anggota tertua / syaikh
4. sejumlah klan yang sedarah bersama-sama membentuk suku / qabilah
5. kelayakan seseorang menjadi syaikh dilihat dari senioritas usia, kualifikasi individu, jabatannya selama dikehendaki oleh para anggota suku
6. dalam persoalan hukum, militer dan kepentingan bersama, syaikh berkonsultasi dengan dewan suku yang terdiri dari para kepala keluarga.
musibah paling besar adalah putusnya keanggotaaan dalam kesukuan
terhadap komunitas non Arab, ada dua perlakuan agar dapat diterima dalam suatu suku:
1. bagi mantan budak, maka untuk mendapatkan statusnya, ia menjadi mawla (karib)
2. bagi seorang pendatang maka menjadi dakhil (orang yang dilindungi)










0 komentar:
Posting Komentar