hubungan matematika dengan politik adalah sebuah hal yang mungkin membuat orang bertanya-tanya mengapa saya menghubungkan kedua ilmu ini yang mempunyai latar belakang yang tidak sama seperti matematika berasal dari ilmu eksakta dan politik berasal dari ilmu sosial namun dalam teori peluang dalam ilmu matematika saya dapat menggabungkan dua hal tersebut seperti halnya seseorang yang ingin menjadi anggota legislati,orang tersebut melakukan kampanye untuk merebut hati,mempengaruhi,dan meyakinkan masyarakat bahwa dialah sosok pemipin masyarakat dalam hal ini teori peluang sangat berperan dimana dalam 20 orang calon dan hanya 2 kursi pada legislatif artinya 2/20 yang sama dengan 1:10 dimana ada 9 orang yang harus dia kalahkan,dan dalam masyarakat,contohnya dia melakukan sistim politik untuk menunjukkan powernya dimasyarakat seperti yang dikatakan aristoteles bahwapolitik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama,dan beberapa pendapat seperti politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
masyarakat yang memilih dia dan tidak memilih dia perbandingannya 1;2 atau 1/2 dimana 1 adalah jika sesorang memilih tidaknya orang itu dan 2 adalah hasil penjumlahan pilih dan tidak,apabila ada 100 orang masyarakat yang memilih,maka peluang dia terpilih dan tidak itu ada 100/2 sama dengan 50,namun artinya ada 50 yang memilih dan ada 50 yang tidak memilih orang tersebut,tapi dalam situasi seperti ini sikap persuasif dalam segala bidang akan menjadi nilai plus bagi calon tersebut dan akan berubah mungkin menjadi 60:40 atau bahkan 70:30 dan akan memenangkan calon tersebut,namun secara peluang,peluang masih 50:50 artinya semua calon berhak dan berpeluang namun sikap persuasiflah yang akan memenangkaan pemilu tersebut.









